10 Framework PHP untuk Membuat Website

10 Framework PHP untuk Membuat Website

PHP merupakan bahasa pemrograman sever side yang paling populer di dunia. PHP mengalami banyak pengembangan sejak pertama kali digunakan pada file HTML.

Saat ini telah banyak developer yang ingin membuat website yang begitu kompleks. Hal tersebut tentu akan membutuhkan banyak waktu untuk membuatnya. Selain itu, Pembuatan website juga diutamakan agar lebih terstruktur dan rapi sehingga lebih mudah saat ingin dikembangkan.

Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan framework PHP yang dapat memfasilitasi backend programmer dalam mengembangkan website.

Kelebihan Framework PHP

Mengapa banyak programmer menggunakan framework PHP dan bagaimana framework ini dapat memudahkan proses pengembangan web?

Berikut kelebihan framework PHP:

  • Dapat membantu pengembangan website dalam waktu singkat
  • Kode yang dibuat lebih terstruktur serta mudah untuk dikoreksi
  • Framework PHP bersifat scalable sehingga mudah dikembangkan
  • Meningkatkan keamanan website
  • Mengikuti pola Model-View-Controller sehingga mudah dalam memisahkan antara script logika dan script tampilan
  • Mengikuti praktek pengembangan website modern seperti object-oriented programming

1. Laravel

Laravel merupakan framework PHP yang rilis pada tahun 2011. Laravel merupakan framework yang paling populer di kalangan developer berdasarkan survery yang diambil dari website Sitepoint.

Dengan layanan instant hosting and deployment platform, Laravel memiliki cakupan yang sangat luas. Selain itu, website resmi Laravel menawarkan beberapa tutorial yang disebut dengan Laracasts.

Laravel memiliki banyak fitur yang memungkinkan kita membuat dan mengembangkan aplikasi dalam waktu singkat.

Salah satu fasilitas dari Laravel yang sering digunakan adalah “Blade”, yaitu sebuah light-wight template yang memudahkan proses koding seperti membuat autentikasi, session, caching dan sebagainya.

2. Symfony

Beberapa komponen dari framework Symfony 2 telah digunakan pada beberapa project seperti CMS Drupal atau forum phpBB.

Baca juga:  7 Distro Linux yang Cocok untuk Pemula

Komponen dari Symfony merupakan library PHP yang dapat digunakan kembali untuk script yang berbeda seperti pembuatan form, routing, autentikasi dan yang lainnya.

Kita dapat menginstall komponen yang diinginkan dengan menggunakan Composer PHP dependency manager.

Website Symfony juga menyediakan bantuan dalam menggunakan framework ini.

3. CodeIgniter

CodeIgniter merupakan framework PHP yang dirilis pada tahun 2006. Proses penginstalan CodeIgniter tergolong mudah karena tidak memerlukan konfigurasi yang begitu banyak.

CodeIgniter juga menggunakan MVC, namun yang wajib ada hanya class Controller. Untuk class Model dan Views bersifat opsional.

Ukuran file download CodeIgniter hanya berkisar 2MB, ukuran yang cukup kecil untuk powerfull framework.

4.Yii 2

Yii framework merupakan framework PHP yang dapat meningkatkan performa website. Dikatakan bahwa Yii framework adalah framework tercepat dari semua framework PHP karena menggunakan teknik Lazy Loading.

Yii 2 terintegrasi dengan jQuery. Fitur AJAX telah diaktifkan pada framework ini. Yii framework sangat cocok bagi programmer yang berlatar belakang front-end.

5. Phalcon

Phalcon framework dirilis pada tahun 2012 dan mulai populer di kalangan programmer PHP. Phalcon diklaim secepat elang (falcone) karena dibuild menggunakan bahasa C dan C++ untuk mengoptimasi performanya. Selain mempercepat waktu eksekusi script, phalcon framework juga hemat dalam menggunakan resource.

Phalcon framework telah dilengkapi dengan beberapa fitur seperti Universal auto-loader, asset manager, security, translation, caching, dan beberapa lagi fitur lainnya

6. CakePHP

CakePHP telah dirilis pada tahun 2005. Walaupun merupakan framework yang tegolong tua, CakePHP merupakan framework PHP yang masih populer.

Versi terbaru CakePHP yakni CakePHP 3.0 telah meningkatkan management session, modularity, serta memudahkan dalam membuat standalone library. CakePHP telah digunakan pada beberapa website dengan brand yang besar seperti BMW, Hyundai, dan Express.

Baca juga:  5 Tips Agar Baterai Laptop Lebih Awet

7. Zend Framework

Zend adalah framework PHP yang stabil dengan banyak pilihan konfigurasi. Zend lebih diutamakan untuk digunakan pada project yang kompleks. Zend telah melakukan hubungan kerja sama dengan IBM, Microsoft, Google, dan Adobe.

8. Slim

Slim adalah micro framework PHP yang cocok digunakan untuk aplikasi yang berskala kecil. Slim banyak digunakan oleh programmer untuk membuat RESTful API dan Services.

Fitur yang tersedia pada Slim framework antara lain URL Routing, client-side HTTP caching, enkripsi session dan cookie, dan juga mendukung pesan flash melalui HTTP request. Pengembangan Slim framework diinspirasi oleh framework Ruby yaitu Sinatra.

9. FuelPHP

FuelPHP merupakan framework PHP yang bersifat fleksibel. Tidak hanya mendukung MVC, FuelPHP juga mendukung HMVC (Heararchical Model-View-Controller).

FuelPHP bersifat modular dan dapat ditingkatkat serta memiliki keamanan yang baik dengan menyediakan fitur input and URI filtering dan output encoding, serta framework autentikasi.

10. PHPixie

PHPixie adalah framework PHP yang masih baru. Framework ini dirilis pada tahun 2012 dengan tujuan untuk menciptakan high performance framework untuk read-only website.

Sebagaimana FuelPHP, PHPixie juga mengimplementasikan model HMVC. Setiap komponen dari PHPixie bersifat independen dan dapat digunakan diluar dari framework tersebut.

Website resmi PHPixie telah menyediakan tutorial yang diklaim dapat dipelajari dalam waktu 30 menit. Selain itu, pada laman blognya juga banyak disediakan beberapa contoh script yang biasa digunakan.

Fitur-fitur PHPixie antara lain caching, input validation, autentikasi, dan authority. PHPixie memungkinkan kita untuk menggunakan HAML markup language, schema migration, dan telah memiliki sistem routing yang mutakhir.

Please follow and like us: