Cara Mengatasi Laptop yang Cepat Panas

Cara mengatasi laptop yang cepat panas (tomsguide.com)
Cara mengatasi laptop yang cepat panas (tomsguide.com)

Assalamu’alaikum — Setelah lama tidak memposting artikel, kali ini saya akan membagikan tips cara mengatasi laptop yang cepat panas. Laptop atau biasa disebut dengan notebook (versi besar) atau netbook (versi kecil) merupakan komputer portable yang saat ini sudah menggantikan fungsi dari PC Desktop. Laptop tidak lagi digunakan untuk membuat dan mengedit dokumen saja, kini laptop juga digunakan untuk pengelolaan multimedia dan menjalankan program-program berat seperti pembuatan model 3D dan bermain game.

Ada beberapa keluhan yang sering didapatkan dari pengguna laptop yakni laptop yang digunakan cepat panas. Dampak dari laptop yang panas secara tidak normal atau overheat adalah laptop sering hang atau mati tiba-tiba. Jika laptop cepat panas (panas dibatas normal) ketika digunakan saat menjalankan program berat seperti game misalnya, maka hal itu normal-normal saja. Yang dimaksud disini adalah laptop cepat panas saat idle (tanpa ada program yang dijalankan), atau saat menjalankan program ringan seperti software pengolah kata, contohnya Microsoft Word.

Cara Mengatasi Laptop yang Cepat Panas

Jika laptop anda mengalami gejala seperti di atas, maka kemungkinan ada hal yang menyebabkan laptop anda tidak bekerja secara normal sehingga menghasilkan panas yang berlebihan. Agar hal ini tidak berdampak pada kerusakan hardware laptop, sebaiknya segera ditangani. Beberapa tips berikut dapat mengatasi masalah laptop yang cepat panas saat digunakan dalam pekerjaan sehari-hari.

Baca juga:  Tutorial Cara Mengatasi Komputer yang Tiba-Tiba Lemot

1. Bersihkan Debu pada Ventilasi dan Kipas Laptop

Penggunaan laptop yang sudah cukup lama membuat debu banyak menempel pada ventilasi dan kipas laptop. Debu-debu ini dapat menghalangi keluarnya udara panas dari dalam laptop, dan masuknya udara segar ke dalam laptop.

Adanya debu-debu ini sebagai penghalang aliran udara dapat dikenali dengan meletakkan tangan pada ventilasi udara di samping atau belakang laptop. Jika anda tidak merasakan hembusan udara atau hanya sedikit namun hawanya terasa panas, bisa dipastikan bahwa banyak debu yang menghalangi pada ventilasi udara laptop.

Baca juga:  Cara Mudah Mengembalikan Conexant Stereo Mix yang Hilang pada Windows 8/10

Apabila anda belum pernah membersihkan laptop selama pemakaian yang sudah cukup lama, seperti pemakaian sekitar 1 tahun, sebaiknya segera membersihkan debu pada laptop. Anda dapat meminta jasa service laptop untuk membantu membersihkan debu pada laptop anda.

Lihat Gambar

2. Periksa Virus pada Laptop

Virus biasanya menjadi salah satu penyebab mengapa laptop mengalami panas berlebihan walaupun tidak menjalankan program yang berat. Virus komputer dapat menjalankan banyak proses sekaligus dalam background sehingga menggunakan banyak resource CPU dan membuatnya overheat.

Untuk mengatasi masalah virus ini, disarankan agar menggunakan antivirus komputer yang mampu untuk menghapus virus-virus tersebut, dan membersihkan file yang telah diinfeksi. Anda dapat memilih antivirus favorit anda untuk mengatasi masalah virus pada laptop yang anda gunakan. Anda juga dapat melihat beberapa antivirus yang direkomedasikan di sini.

Lihat Gambar

2. Update Driver Laptop Secara Berkala

Penggunaan driver yang tidak sesuai dengan spesifikasi laptop juga dapat menyebabkan panas yang tidak normal, khususnya driver chipset dan VGA. Disarankan agar menggunakan driver bawaan laptop, atau update driver terbaru yang sesuai dengan spesifikasi laptop.

Driver laptop yang sesuai dapat anda dapatkan pada website resmi vendor laptop anda. Pada website tersebut, anda dapat memilih driver mana yang ingin anda gunakan. Selain pada website resmi vendor laptop, anda juga dapat mendownloadnya pada website vendor perangkat laptop, seperti driver untuk chipset, VGA, Sound, WiFi, dan driver-driver lainnya.

Baca juga:  Cara Mengembalikan Fitur "Estimated Data Usage" Jaringan WiFi Windows 10

Terdapat software driver yang all-in-one atau universal driver untuk menginstal semua driver laptop dengan satu klik. Memang semua driver laptop akan terinstal, namun belum tentu akan cocok dengan spesifikasi laptop. Nah, hal inilah yang bisa menyebkan laptop menjadi cepat panas walaupun hanya digunakan untuk pekerjaan yang ringan. Untuk itu disarankan agar menggunakan driver bawaan laptop atau driver dari website resmi perangkat laptop anda.

4. Periksa Program Background

Program background biasanya adalah program yang berjalan otomatis saat komputer pertama masuk ke sistem operasi. Program ini bisa berupa program bloatware atau program sampah yang berasal dari internet.

Bagaimana program ini bisa jalan di kompter? Sederhana saja, anda mungkin pernah ingin mendownload file-file penting di internet seperti file dengan ekstensi rar atau zip. Maksud hati ingin mendownload file tersebut, malah yang terdownload adalah file exe. Saat anda menjalankan file dengan ekstensi exe (executable) maka program tersebut biasanya akan mendownload beberapa file atau program lain di internet dan menginstalnya pada komputer anda.

Baca juga:  Tutorial Cara Tweak AMD Radeon Crimson Untuk Memaksimalkan Performa Kartu Grafis

Program inilah yang nantinya akan berjalan di background, dan saat banyak program seperti ini yang berjalan, biasanya akan menggunakan resource yang tinggi dan membuat laptop cepat panas walaupun dalam keadaan idle atau tanpa ada program berat yang berjalan. Solusinya adalah hapus atau uninstall program yang terlihat mencurigakan dan tidak dibutuhkan sama sekali.

Beberapa tips diatas dapat membantu untuk mengatasi laptop yang cepat panas. Untuk tips yang melibatkan sistem dan perangkat keras, diharapkan agar dikerjakan oleh ahlinya agar tidak menimbulkan masalah yang fatal pada laptop saat terjadi kesalahan, namun anda juga dapat bereksperimen sendiri yang tentunya kami tidak bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan pada laptop akibat kesalahan yang anda buat. Semoga bermanfaat…