7 Distro Linux yang Cocok untuk Pemula

Distro Linux yang Cocok untuk Pemula

Distro Linux yang Cocok untuk Pemula — Sebagai sistem operasi alternatif, linux kini telah banyak mengalami perkembangan. Kini telah tersedia banyak jenis distro linux untuk fungsi dan tujuan yang berbeda-beda sehingga kita harus benar-benar tahu distro mana yang cocok untuk kita gunakan.

Bagi yang pertama kali atau yang ingin mencoba menggunakan linux, terdapat beberapa distro linux yang cocok untuk pemula. Tampilan interface dibuat sefamiliar mungkin sehingga mudah digunakan. Biasanya tampilan dibuat mirip dengan tampilan Microsoft Windows dan Mac OS.

Baca juga:  5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menginstal Windows pada Komputer

Mungkin beberapa diantara anda masih pusing memilih distro linux yang cocok untuk anda. Sebagai tips, anda dapat memilih distro linux dengan mempertibangkan dari segi interface, kemudahan pengoperasian, ringan atau berat dijalankan oleh komputer, layanan bantuan, dan dukungan software dan driver.

Untuk dukungan software dan driver, sebagian besar telah tersedia di tiap distro linux, seperti software office, pengolah grafis, driver perangkat dan lainnya, kecuali untuk beberapa distro linux yang bersifat komersil ada beberapa software yang hanya dapat digunakan oleh distro khusus. Namun karena kali ini kita akan membahas mengenai distro yang cocok untuk pemula, kita dapat mengabaikan aspek ini dan membahas lebih ke arah tampilan interface dan pengoperasian.

Langsung saja berikut 7 distro linux yang cocok untuk pemula:

1. Ubuntu

Ubuntu merupakan distro dengan basis Debian. Distro ini merupakan salah satu distro yang populer dengan fitur yang selalu dikembangkan di setiap rilis terbarunya.

Ubuntu menggunakan Unity untuk tampilan desktopnya sehingga membuat tampilannya lebih indah, elegant, simpel, dan optimal digunakan pada komputer desktop dan laptop. Tampilan interface Ubuntu sekilas mirip tampilan Mac OS dengan panel bar di sisi atas desktop kecuali sidebarnya. Anda dapat mengkustomisasi tampilan Ubuntu dengan memasang beberapa widget dan tema agar lebih terlihat mirip dengan Mac OS.

Baca juga:  10 Framework PHP untuk Membuat Website

Secara default, telah terpasang beberapa software pada saat Ubuntu pertama kali terinstal di komputer, diantaranya software perkantoran seperti Libreoffice, internet, dan multimedia. Untuk multimedia seperti pemutar suara dan video, anda mungkin diharuskan terhubung internet saat pertama kali dijalankan untuk mempersiapkan library-nya.

Apabila anda ingin menginstal program lainnya, anda dapat menginstalnya melalui apt-get atau melalui Ubuntu Software Center. Anda dapat menginstal banyak pilihan aplikasi di dalamnya dan up-to-date.

2. Linux Mint

Linux Mint merupakan linux dengan tampilan elegan, modern, mudah digunakan, dan cukup ampuh untuk digunakan. Linux Mint adalah hasil pengembangan dari Ubuntu, sehingga membuatnya lebih aman digunakan serta hadir dengan dukungan software yang banyak.

Tampilan interface yang mirip dengan Windows menjadikan Linux Mint sebagai distro linux yang paling populer digunakan sebagai sistem operasi personal setelah Windows dan Mac  OS. Tampilan Linux Mint tersedia beberapa jenis yakni Cinnamon, Mate, KDE, dan Xfce. Bagi anda yang pertama kali menggunakan Linux Mint, sebaiknya menggunakan Cinnamon untuk interface yang lebih elegan dan familiar. Anda juga dapat menggunakan Linux Mint versi Debian.

Baca juga:  Twitter Telah Melipatgandakan Jumlah Karakter Maksimum Tweet

3. Kubuntu

Kubuntu merupakan linux dengan base Ubuntu yang menggunakan KDE sebagai tampilan dekstop. Linux ini dirilis bersamaan dengan Ubuntu.

Tampilan interface KDE membuat linux ini mudah dikustomisasi sesuai selera. Selain itu juga banyak tersedia widget untuk mempercanti tampila layar anda.

4. Deepin

Sebagaimana Linux Mint, Deepin juga merupakan pengembangan dari distro Ubuntu. Dengan desktop Deepin Desktop Environment (DDE) membuat tampilan linux ini terlihat menarik untuk pengguna linux.

Baca juga:  Cara Mudah Mengganti Program Startup pada Windows 8 dan 10

Walaupun dengan tampilan yang sederhana, Deepin cukup powerful untuk digunakan. Beberapa fiturnya adalah Dmusic, Dplayer, dan DTalk. Sebagaimana distro lain, Deepin juga menyediakan aplikasi Software Center untuk menginstal software favorit anda.

5. PCLinuxOS

PCLinuxOS didesain khusus untuk pengguna PC pada umunya. Tampilan interface defaulnya adalah KDE Plasma Desktop.

Distro ini memungkinkan kita menginstal software dengan mudah seperti driver, software perkantoran, edit foto, aplikasi internet, dan multimedia.

6. Linux Lite

Linux Lite juga dikembangkan dari distro Ubuntu. interfacenya menggunakan Xfce Desktop dengan gaya tampilan mirip Windows. Linux ini memang dibuat untuk memperkenalkan linux kepada pengguna Windows.

Karena menggunakan Xfce sebagai desktop environment, Linux Lite sangat ringan digunakan. Kita dapat menginstal Linux Lite pada komputer dengan CPU 700MHz dan RAM hanya 512MB. Ringan bukan? Itulah mengapa linux ini disebut dengan Linux Lite (ringan).

Baca juga:  Tutorial Cara Mengoptimalkan Performa Wordpress

7. Zorin OS

Zorin OS didesain khusus untuk user yang pertama kali menggunakan linux. Interface linux ini merupakan transisi dari Windows ke linux yang menjadikannya distro linux yang cocok untuk pemula.

Fitur dari Ubuntu membuat aplikasi dari Zorin OS lebih familiar bagi pengguna Windows. Tampilan Zorin OS 9 kurang lebih mirip dengan tampilan Windows 7. Hal ini tentu memudahkan pengguna Windows dalam melakukan navigasi ke setiap fitur dan aplikasi di dalamnya.

Apa Distro Favorit Anda?

Beberapa distro linux di atas masing-masing menggunakan tampilan interface yang mudah sehingga dikategorikan sebagai distro linux yang cocok untuk pemula.

Jika anda memiliki distro linux favorit sendiri, silahkan disahre di kolom komentar dan mengapa anda menyukainya.

Please follow and like us: