Mengembalikan File yang Terhapus? Ternyata Begini yang Terjadi Ketika Menghapus File di Komputer

Ternyata Begini yang Terjadi Ketika Menghapus File di Komputer -- (howtogeek.com)

Pernah mendengar istilah recovery file komputer? Yah, itu adalah istilah lain dari mengembalikan file atau file yang sudah terhapus di komputer.

Mengembalikan file yang sudah terhapus? Kok bisa? Mungkin itu pertanyaan yang pernah terlintas di benak beberapa orang. Survei membuktikan bahwa ternyata kita bisa mengembalikan file yang telah dihapus. Penasaran gimana caranya? Itu karena proses penghapusan file pada hard drive komputer.

Baca juga:  Cara Mudah Mengganti Program Startup pada Windows 8 dan 10

Sebenarnya ada hal baik dan buruknya jika file bisa dikembalikan setelah dihapus. Untuk file-file yang penting, mungkin sangat menyenangkan ketika berhasil dikembalikan. Tapi jika ada file yang sengaja dihapus namun ada yang mengembalikannya, tentu bisa sangat ribet. Belum lagi jika yang dihapus adalah file….ah sudahlah.

 

Mengenal Istilah Menghapus pada Hard Disk

Saat kita mendengar kata menghapus, kita pasti berpikir bahwa data yang tadinya ada langsung whops…., lenyap tanpa jejak. Atau mungkin kita membayangkan seperti menghapus tulisan pensil menggunakan penghapus karet.

Pada hard disk, menghapus file berarti menimpa data lama dengan data baru. Data baru ini biasanya berupa bit kosong. Kalo dalam keseharian kita, mirip ketika menghapus tinta atau tulisan pulpen menggunakan stip-X. Jadi tulisan pulpen adalah data lama dan stip-X adalah data baru yang kosong. Kira-kira seperti itu contoh sederhananya.

Baca juga:  Cara Daftar Paket Internet dan Cek Kuota Telkomsel SimPATI Loop Terbaru 2017

Cara ini digunakan hard disk untuk penghapusan data secara permanen. Hard disk tidak mengenal proses menghilangkan data melainkan menimpa data lama dengan data baru. Sudah paham sampai di sini? Kalau sudah paham, lanjut baca ya…

Apa yang Terjadi Ketika Kita Menghapus File di Hard Disk

Sistem operasi seperti Windows menandai setiap file pada hard drive menggunakan pointer (istilah teknisi). Jadi setiap file dan folder pada hard disk ditandai dengan pointer baik pada awal maupun akhir file sehingga sistem operasi mengetahui kapasitas dan letak file dan folder tersebut. Jadi jika pointer ini hilang maka file dianggap tidak ada atau telah dihapus.

Ketika kita menghapus file, sebenarnya sistem operasi hanya menghapus pointer sektor dari file tersebut. Dari sudut pandang sistem, file tersebut sudah tidak ada lagi atau telah terhapus sehingga sektor tersebut terbaca kosong atau free space.

Selama sistem operasi tidak menulis data baru pada sektor tersebut, maka file yang sebelumnya dihapus masih dapat dikembalikan. Software recovery data dapat melakukan proses scan pada hard disk dan mengembalikan data yang sudah dihapus tersebut. Proses ini hanya berlaku untuk hard disk dan tidak berlaku untuk SSD.

Baca juga:  5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menginstal Windows pada Komputer

Mengapa Tidak Benar-Benar Menghapus Data

Mungkin ada beberapa dari kita bertanya-tanya, mengapa hanya menghapus penanda atau pointer data? Mengapa tidak menghapus filenya saja?

Alasannya sederhana. Menghapus data atau file dengan cukup menghilangkan pointernya menjadikan proses penghapusan data menjadi lebih cepat. Jika proses penghapusan data dengan menulis ulang bit kosong ke data yang ingin dihapus maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Nah, supaya proses berjalan lancar karena waktu adalah uang, maka sistem operasi menghapus file dengan cukup menghilangkan pointer data tersebut.

Baca juga:  Tutorial Cara Mengoptimalkan SEO Wordpress

Jika anda benar-benar ingin menghapus file tanpa bisa dikembalikan lagi, anda dapat menggunakan software shredding tool. File ini dapat menghapus file dan melakukan overwrite atau penulisan ulang data/bit kosong berkali-kali sehingga tidak dapat dikembalikan lagi.

Mengembalikan File yang Telah Dihapus

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa file yang telah dihapus masih dapat dikembalikan, apalagi jika jangka waktu file tersebut dihapus belum terlalu lama. Beberapa software recovey data dapat digunakan untuk melakukan hal ini — juga tersedia yang bersifat free alias gratis.

Mengembalikan data sebaiknya segera dilakukan sebelum banyak data baru yang ditulis ulang oleh sistem operasi agar file yang terhapus dapat dikembalikan dengan sempurna. Apabila proses penulisan ulang data atau overwrite telah dilakukan berkali-kali, maka kemungkinan besar file yang terhapus tidak dapat dikembalikan lagi atau mungkin saja kembali tapi tidak utuh atau dalam keadaan rusak.

Baca juga:  10 Framework PHP untuk Membuat Website