5 Tips Agar Baterai Laptop Lebih Awet

Tips agar baterai laptop lebih awet

Baterai laptop mirip dengan makhluk hidup, suatu saat akan mengalami kematian. weettss..??? Yup, itulah kenyataannya bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini, termasuk baterai laptop.

Beberapa orang memiliki laptop dengan baterai yang cepat lowbat. Bahkan ada diantaranya yang harus terus menerus memasang charger baterai agar laptop tetap hidup. Hal ini merupakan tanda-tanda kerusakan pada baterai dan seharusnya baterai laptop tersebut harus segera diganti dengan yang baru.

Sebelum mengalami kejadian tersebut, ada baiknya agar kita betul-betul menjaga baterai laptop yang digunakan agar dapat bertahan lebih lama. Terutama dengan kondisi listrik di Indonesia sekarang ini yang sering mengalami pemadaman.

Baca juga:  7 Distro Linux yang Cocok untuk Pemula

Ada beberapa tips agar baterai laptop lebih awet dan tahan lama. Tanpa berlama-lama lagi, berikut tips-tipsnya:

1. Jangan Biarkan Baterai Laptop Terlalu Lowbat

Sering kita mendengar tips dari orang-orang bahwa laptop harus benar-benar lowbat sebelum dicharger ulang. Pernyataan ini kurang tepat, justru akan membuat baterai laptop cepat rusak dan sel-sel baterai akan cepat kering.

Mengapa demikian? Karena teknologi yang dipakai pada baterai laptop sekarang adalah Lithium-Ion dimana jika terlalu lowbat maka akan mematikan sel-sel baterai sehingga tidak dapat menampung energi lagi.

Saat beberapa sel-sel baterai mati, maka biasanya baterai akan cepat penuh saat dicharger namun cepat pula lowbat. Ini karena beberapa sel baterai tidak dapat menerima energi kembali sehingga sensor memberikan sinyal yang salah bahwa baterai telah penuh.

Baca juga:  Tutorial Cara Membuat Virtual Host pada UwAmp

Untuk mencharger laptop bisa dilakukan saat baterai masih 40% atau bahkan 70%. Hal tersebut bukanlah masalah untuk baterai Li-Ion dan itu merupakan hal yang optimal dibandingkan harus mengosongkan baterai sebelum dicharger ulang.

2. Hindari Overcharger Baterai

Overcharger adalah situasi dimana baterai dicharger terus-menerus walaupun dalam kondisi 100%. Untuk laptop jadul, hal ini dapat menyebabkan kelebihan kapasistas baterai dan akibatnya baterai akan bergelembung atau bahkan rusak. Untuk menghindari overcharger, ada baiknya untuk melepas charge laptop ketika baterai sudah penuh dan tidak ingin digunakan untuk kinerja yang berat.

Jika laptop yang anda gunakan merupakan keluaran baru, biasanya sudah dilengkapi dengan charger manajemen dimana proses charging baterai akan berhenti sendiri ketika baterai telah penuh. Beberapa laptop juga telah dilengkapi dengan software untuk mengatur proses charging, seperti Lenovo dan Asus. Software ini memungkinkan proses charging berhenti ketika baterai mencapai kapasitas tertentu (tresholds) yang bisa kita atur sendiri.

Walaupun proses charging berhenti otomatis, membiarkan baterai laptop dala kondisi 100% terus-menerus juga dapat memperpendek umur baterai. Ada baiknya jika baterai digunakan hingga kapasitas tertentu sebelum dicharging kembali. Hal ini agar membuat sel-sel baterai lebih fresh kembali.

Baca juga:  Tutorial Cara Mengatasi Jaringan Tidak Stabil pada Komputer

3. Hindari Panas yang Berlebihan

Panas merupakan musuh utama perangkat elektronik. Begitu pula dengan baterai, panas dapat mengurangi umur baterai bahkan merusaknya. Jika membiarkan baterai dalam suhu panas yang berlebihan bisa membuat baterai meledak dan terbakar, dan bisa jadi akan muncul beritanya di TV.

Banyak hal yang bisa menyebabkan pana berlebihan pada baterai seperti suhu ruangan yang memang sangat panas karena saat itu memang musim panas, atau karena pemakaikan laptop yang tidak benar.

Untuk suhu ruangan yang tidak optimal, bisa menggunakan AC untuk mendinginkan ruangan atau buat ventilasi udara yang baik udara panas cepat berganti dengan udara yang lebih segar.

Baca juga:  Cara Daftar Paket Internet dan Cek Kuota Telkomsel SimPATI Loop Terbaru 2017

Apabila panas berlebihan tetap muncul disaat suhu ruangan optimal, maka bisa jadi pemakaian yang tidak benar. Beberapa kesalahan saat menggunakan laptop antara lain:

  1. Menggunakan laptop di atas kasur atau karpet. Hindari pemakaian seperti ini karena akan mengganggu ventilasi udara pada laptop. Beberapa laptop memiliki ventilasi udara pada bagian bawah dan samping. Udara segar akam masuk melalui bagian bawah laptop dan dibuang melalui samping atau belakang laptop. Jika menggunakan laptop di kasur atau di atas karpet yang empuk, maka akan menutupi ventilasi bagian bawah laptop dan menyebabkan laptop menjadi panas.
    Jika memang ingin menggunakannya di atas kasur atau benda-benda empuk lainnya, sebaiknya siapkan alas yang datar seperti meja mini atau sejenisnya yang intinya ventilasi udara laptop tidak tertutupi.
  2. Menjalankan program yang sangat berat. Memaksa laptop menjalankan program berat akan membuat laptop overheat, contohnya adalah bermain game tanpa kenal waktu. Ini mungkin berlaku untuk laptop-laptop jadul, karena laptop-laptop keluaran baru sudah memiliki manajemen penggunaan resource oleh program yang dijalankan sehingga panas yang berlebih dapat dihindari.
  3. Multitasking program. Selain menjalankan program berat, menjalankan banyak program sekaligus juga bisa menyebabkan laptop overheat. Jika laptop anda tiba-tiba mengalami panas berlebihan, sebaiknya periksa proses yang berjalan dan matikan program-program yang tidak dibutuhkan. Multitasking pada laptop biasanya juga disebabkan oleh virus yang menjalankan banyak program sekaligus, untuk itu diperlukan antivirus untuk menghapus virus-virus pengganggu tersebut.
  4. Update driver laptop secara reguler. Menginstall driver yang tidak sesuai dengan hardware laptop seperti driver VGA, Chipset dan driver lain hanya akan membuat laptop menjadi panas. Tidak menginstal driver juga menyebabkan hal demikian bahkan akan memperparah. Olehnya itu, instal driver yang sesuai dengan perangkat laptop yang digunakan dan jangan segan-segan untuk mengupdate driver agar kinerja laptop lebih optimal.

Semua hal yang menyebabkan panas yang berlebihan pada laptop juga akan mempengaruhi baterai. Jika baterai laptop terus-menerus menerima panas yang berlebihan maka akan membuat baterai cepat wafat.

4. Tips Saat Tidak Ingin Menggunakan Baterai Laptop dalam Waktu Lama

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa membiarkan baterai laptop dalam kondisi full 100% dalam waktu lama akan memedekkan umur baterai. Apabila tidak ingin menggunakan baterai dalam waktu lama, sebaiknya lepas baterai dari laptop dan pastikan kapasitas baterai antara 40%-60% sebelum disimpan dalam waktu yang lama. Kapasitas ini menurut ahli merupakan kapasitas optimal apabila ingin menyimpan baterai dalam waktu yang lama tanpa memendekkan umur baterai.

Selain memperhatikan kapasitas baterai, tempat penyimpanan pun harus diperhatikan. Simpa baterai laptop pada ruangan dengan suhu yang optimal (bisa dalam ruangan yang dingin tapi tidak beku) atau tidak terlalu panas agar sel-sel baterai tidak rusak.

5. Lakukan Kalibrasi Baterai Setiap 1 atau 2 Bulan Sekali

Saat pemakaian baterai sekitar 1 hingga 2 bulan, lakukanlah kalibrasi baterai. Apa yang dimaksud kalibrasi baterai? Kalibrasi baterai adalah mengkodisikan kapasitas baterai dalam putaran (cycle). Cara mengkalibrasi baterai adalah dengan mengisi baterai 100% kemudian mengosongkannya (0%) dan mengisinya kembali secara full 100%. Jadi ada 3 tahap yang dilakukan untuk mengkalibrasi baterai.

Beberapa laptop telah dilengkapi dengan software untuk melakukan kalibrasi baterai. Jika laptop yang anda gunakan tidak memiliki software tersebut, bisa anda lakukan secara manual.

Baca juga:  Tutorial Cara Membuat USB Installer Windows

Tujuan utama kalibrasi baterai adalah untuk memperbaiki sensor baterai yang mungkin telah mengalami kesalahan dalam membaca kapasitas baterai yang menyebabkan baterai tidak dapat terisi penuh dan cepat lowbat.

Penyebab kesalahan ini adalah karena terlalu seringnya baterai di charging dengan cycle pendek, sehingga kalibrasi ini direkomendasikan agar dilakukan setiap 1 atau 2 bulan pemakaian baterai laptop.

5 tips diatas dapat membantu untuk membuat awet baterai laptop anda. Perlu diperhatikan bahwa tips-tips tersebut tidak akan menambah umur baterai anda, hanya akan membantu agar baterai tidak cepat mengalami kerusakan dan mencegah agar kapasitas baterai tidak cepat menurun dalam waktu singkat. Biar bagaimanapun, baterai laptop pasti akan mati, entah karena umur baterai yang sudah cukup tua atau karena sebab-sebab lainnya.