Tutorial Cara Mengubah HS-USB Diagnostic 900E Menjadi HS-USB QDloader 9008 Xiaomi Redmi Note 3/Pro

Cara mengatasi HS-USB Diagnostic 900e Redmi Note 3 Pro (forums.oneplus.net)
Cara mengatasi HS-USB Diagnostic 900e Redmi Note 3 Pro (forums.oneplus.net)

Setelah membahas mengenai error “Hello Packet” Xiaomi Redmi Note 3/Pro, kali ini kita akan membahas mengenai teman errornya yaitu port com Redmi Note 3/Pro tiba-tiba menjadi HS-USB Diagnostic 900E pada device manager Windows. Apabila port ini muncul saat masuk di download mode Xiaomi Redmi Note 3/Pro, maka dijamin RN3/Pro tidak akan terdeteksi pada MiFlash sehingga susah untuk diflash ulang.

Bagi sobat yang belum tahu masalah ini karena belum pernah membuka device manager windows, nih saya bagi sedikit pengetahuan mengenai port com untuk flash ponsel Xiaomi termasuk Redmi Note 3/Pro. Normalnya agar smartphone terdeteksi dan dapat diflash pake MiFlash, port com harus terdeteksi sebagai HS-USB QDloader 9008. Port ini akan muncul pada device manager jika sobat menghubungkan ponsel yang dalam kondisi download mode ke komputer melalu kabel USB. Tentunya sobat juga harus menginstal drivernya terlebih dahulu agar port download mode Xiaomi dapat terdeteksi pada Windows. Untuk mendapatkan drivernya, sobat dapat menginstal software MiFlash karena software ini memang sudah include driver untuk ponsel Xiaomi.

Baca juga:  5 Aplikasi Root Gratis untuk Root Ponsel Android

Selain HS-USB QDloader 9008, maka bisa dipastikan port download mode ponsel Xiaomi tidak akan terdeteksi pada MiFlash. Contohnya adalah seperti yang dipaparkan di atas sebelumnya, port download mode tiba-tiba berubah menjadi HS-USB Diagnostic 900E. Jika sobat mengalami port tidak terdeteksi di MiFlash saat akan flashing fastboot rom xiaomi, bisa sobat cek pada device manager, siapa tahu penyebabnya karena berubahnya port com tersebut.

Port Download Mode Berubah Benjadi HS-USB Diagnostic 900E

Mengapa port download mode ini tiba-tiba berubah yang mengakibatkan ponsel Xiaomi tidak dapat diflash? Ini adalah pertanyaan saya saat mendapat masalah ini, terutama karena smartphone yang saya flash awalnya hidup namun setelah saya coba flash, smartphone ini langsung matot alias mati total dan tidak dapat diflash. Model smartphone yang saya flash adalah Xiaomi Redmi Note 3 Kenzo.

Awalnya RN3 masih menyala. Cuma karena saya merasa ROM yang terpasang tidak stabil, maka saya berinisiatif untuk flash Fastboot ROM Global Xiaomi Redmi Note 3. Saat flash pertama, port download mode masih terdeteksi di MiFlash jadi saya flash saja dengan normal. Tanpa diduga muncul error “not enough storage to process this command” dan proses flash pun berhenti alias gagal. Karena merasa penasaran dengan error ini, saya kembali mencoba flash ulang dengan melepas dan memasang lagi kabel USB RN3 dan terjadilah error port ini. Jadi saya berasumsi bahwa penyebabnya adalah karena ponsel sedang hardbrick akibat gagal saat diflash, ini menurut pengalaman yang saya alami sendiri.

Baca juga:  8 Tips agar Android Tidak Boros Baterai

Lalu bagaimana mengatasi masalah tersebut? Mengulang semua step untuk masuk download mode kadang tidak berhasil dan portnya tetap HS-USB Diagnostic 900E. Menghapus dan menginstal ulang driver port juga tidak membawa perubahan. Menggunakan kabel DFC untuk force download mode juga kadang tidak berhasil. Dan terus terang saat itu membuat saya sedikit frustasi.

Akhirnya karena saya berpikir ponsel ini masih dalam keadaan hidup (saat itu ponsel dalam keadaan blank), maka proses download mode-nya gagal. Jadi RN3 ini saya coba matikan secara paksa dengan menekan tombol power beberapa detik. Namun karena tidak ada perubahan maka satu-satunya cara untuk mematikan ponsel adalah dengan melepas konektor baterainya dari mesin.

Pertama-tama lepas casing penutup belakang Redmi Note 3/Pro dengan hati-hati. Bisa menggunakan benda tipis dan keras seperti kuku misalnya. Membuka tutup belakanga Redmi Note 3/Pro tidak begitu sulit, beberapa tutorial untuk melakukannya biasa anda dapatkan di youtube untuk lebih jelasnya. Yang pasti saat membukanya, lakukan dengan hati-hati karena terdapat kabel konektor yang menghubungkan antara mesin dan LED pada penutup belakang.

Baca juga:  Mobile Legend: Bang Bang, Game MOBA Populer Saat Ini

Setelah penutup belakang berhasil dilepas, maka anda akan melihat motherboard atau mesin RN3. Untuk membuatnya benar-benar mati anda cukup melepas socket yang menghbungkan baterai dan mesin dengan hati-hati menggunakan pinset atau kuku. Untuk berjaga-jaga, lepas juga socket USB, kemudian pasang kembali keduanya.

Lihat Gambar Konektor baterai dan USB Xiaomi Redmi Note 3

Selanjutnya, anda bisa kembali ke download mode untuk melakukan flash ulang fastboot rom menggunakan MiFlash. Apabila sebelumnya anda mengalami error Not enough storage to process this command seperti yang saya alami dan menjadi penyebab error port com, sobat bisa melihat cara mengatasinya di sini.

Baca juga:  Ponsel Androidmu Cepat Lowbat? Kenali Penyebabnya di Sini

Apabila sobat sulit untuk masuk ke download mode pada Xiaomi Redmi Note 3/Pro, sobat bisa mencoba menggunakan cara test point, atau dengan menggunakan Deep Flash Cable. Deep Flash Cable atau DFC merupakan alternatif yang aman untuk memaksa Redmi Note 3/Pro masuk ke download mode dikarenakan kita tidak perlu membongkar mesin ponsel. Berbeda halnya jika menggunakan test point, diperlukan keterampilan khusus untuk bisa membongkar mesin ponsel dan tentu hal tersebut memiliki resiko yang tinggi.

Please follow and like us:
  • Apakah trik kabel deep flash bisa digunakan pada redmi jote 3 pro yg belum unlock bootloader?

    • Bisa gan, dulu tesnya memang di RN3 Pro yang lock bootloader