Tutorial Cara Mudah Membuat USB UEFI Installer Windows 7/8/10

Tutorial Cara Mudah Membuat USB UEFI Installer Windows 7-8-10

Bismillah, setelah sekian lama vakum, akhirnya ada kesempatan lagi untuk membuat artikel baru. Artikel yang saya buat kaliĀ  ini adalah bagaimana membuat USB UEFI installer untuk Windows 7, 8, 8.1, dan 10 dengan mudah dan cepat.

Nah, apa itu UEFI? UEFI merupakan jenis firmware terbaru pada PC/Laptop yang menggantikan fungsi daripada BIOS. Sebagaimana BIOS, UEFI juga berfungsi untuk menghubungkan antara software dan hardware pada komputer. Saat komputer pertama kali dijalankan, UEFI akan mengecek semua perangkat keras yang terhubung kemudian informasi perangkat tersebut diserahkan ke sistem operasi (OS) untuk ditindaklanjuti.

Kelebihan UEFI dibandingkan BIOS? Secara umum, UEFI memiliki sistem keamanan yang lebih baik daripada BIOS. Pengaturan dan konfigurasi perangkat juga lebih optimal dan yang lebih utama adalah UEFI dapat mendukung harddisk dengan kapasitas 2TB ke atas. BIOS hanya mampu menghandle harddisk dengan kapasitas maksimal 1TB karena sistem partisi yang didukung adalah MBR, sedangkan UEFI mendukung sistem GPT sehingga pengalokasian pada harddisk lebih baik.

Sekarang ini yang sering membuat pusing adalah bagaimana membuat UEFI installer untuk Windows, baik itu Windows 7, 8, 8.1, ataupun 10 pada USB flashdisk. Seringkali kita membuat installer namun tidak bisa boot pada komputer/laptop keluaran terbaru yang defaultnya adalah menggunakan UEFI. Biasanya saat menghadapi masalah seperti ini, maka solusinya adalah dengan mengaktifkan Legacy Mode pada BIOS komputer.

Legacy Mode memungkinkan USB installer biasa dapat booting pada komputer, namun ada masalah lain yang didapatkan ketika kita mengubah UEFI ke Legacy pada BIOS, yakni sistem partisi harddisk yang digunakan. Apabila secara default komputer menggunakan UEFI, maka bisa dipastikan bahwa sistem partisi harddisk menggunakan GPT (GUID Partition Table). Walaupun USB flashdisk dapat boot pada Legacy Mode, namun Windows tetap tidak dapat diinstall pada harddisk dengan GPT partition.

Baca juga:  Cara Backup Data Pada Komputer yang Tidak Dapat Diakses

Lalu apakah ada cara lain agar installer biasa dapat berjalan? Tentu ada. Kita dapat mengubah sistem MBR pada harddisk menjadi GPT dengan menggunakan software khusus untuk harddisk.

Ada dua cara yang dapat ditempuh, pertama dengan menghapus seluruh isi harddisk dan mengubahanya menjadi GPT, kedua adalah dengan menggunakan fitur software untuk menkonversi MBR menjadi GPT tanpa harus menghapus data harddisk. Cara kedua mungkin bisa menjadi pilihan bagi anda yang memiliki banyak data pada harddisk, namun jika proses konversi gagal seperti komputer tiba-tiba mati, maka resikonya adalah harddisk tidak bisa digunakan lagi dan harus diformat ulang.

Daripada menanggung beberapa resiko di atas, akan lebih aman jika kita bisa membuat USB installer khusus UEFI yang dapat boot baik pada sistem BIOS maupun UEFI. Proses pembuatan USB installer khusus UEFI tidak begitu sulit, bahkan dapat dilakukan oleh orang awam sekalipun.

Namun sebelum membuat, kita harus mengecek terlebih dahulu jenis UEFI apa yang didukung oleh komputer yang ingin kita install, apakah versi 32bit atau 64bit. Komputer dengan UEFI 64bit tidak dapat diinstalkan sistem operasi 32bit, begitu pula sebaliknya. Jika sistem operasi tidak didukung, maka installer tidak akan bisa boot.

Kalau sobat sudah mengetahui jenis sistem operasi apa yang didukung, saatnya kita ke TKP. Beberapa hal yang harus disiapkan antara lain:

  1. USB flashdisk dengan kapasitas minimal 4GB.
  2. ISO/DVD Installer Windows.
  3. Bootice (opsional).
  4. Keberanian dan tekad yang membara (hehehe…)

Langkah-langkah pembuatan USB Installer UEFI Windows

  1. Mount/masukkan ISO/DVD installer Windows.
  2. Colok USB flashdisk pada komputer.
  3. Format flashdisk dengan filesystem FAT32 (wajib).
  4. Buka isi dari Windows installer yang telah dimount tadi. Copy/Salin semua file dan folder di dalamnya ke flashdisk yang telah diformat.
  5. Silahkan dites boot pada komputer yang ingin diinstal.
Baca juga:  Cara Mudah Mengembalikan Conexant Stereo Mix yang Hilang pada Windows 8/10

Khusus Windows 7

Setelah melaukan langkah-langkah di atas, ada beberapa langkah tambahan khusus jika sobat menggunakan Windows 7 64bit.

  1. Buka folder EFI pada flashdisk kemudian buat folder baru di dalamnya dengan nama “boot”.
  2. Buka folder Microsoft -> boot, kemudian copy semua file dan folder di dalamnya ke folder “boot” yang telah dibuat tadi.
  3. Klik flashdisk untuk kembali ke root, kemudian buka folder sources.
  4. Cari file dengan nama “boot.wim” dan buka menggunakan software 7zip (download disini), dengan cara klik kanan “boot.wim” -> 7-zip -> Open archive.
    Buka boot.win menggunakan 7zip
  5. Selanjutnya masuk ke folder “1” dengan cara klik 2x folder tersebut kemudian masuk Windows -> boot -> EFI.
  6. Scrol ke bawah sampai menemukan file dengan nama “bootmgfw.efi”, kemudian ekstrak file tersebu ke dalam folder “boot” yang telah dibuat sebelumnya (Flashdisk -> EFI -> boot) dengan cari drag & drop file tersebut.
  7. Selanjutnya rename file bootmgfw.efi yang telah diekstrak tadi menjadi “bootx64” tanpa tanda kutip.

Beberapa cara mengatasi jika flashdisk tidak dapat boot

Setelah semua langkah di atas dilakukan namun flashdisk masih tidak bisa boot, maka kemungkinan penyebabnya antara lain:

  1. Flashdisk belum aktif sepenuhnya. Aktifkan flashdisk dengan menggunakan bootice.exe
  2. Sistem operasi UEFI yang didukung oleh komputer tidak sesuai dengan jenis installer yang dibuat. Untuk itu sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, kita harus mengetahui jenis Windows apa yang digunakan oleh komputer tersebut sebelumnya.

Silahkan dicoba boot flashdisk installer yang telah dibuat, semoga proses instal komputernya berjalan lancar.